Jadii GiLLaa nEYh ..

Posted: Kamis, 11 Maret 2010 by Tri Suciyati in
0

hari sabtu tgL 6 maret, tatap muka ma DP , eh gtwnya DP w gq dateng , w tanya dosen yg laen gq ad yg tw, w tanya senior gq ad yg kenal, malah c vitra ambil absen kesekdos gq boleh lagii .. siaaaallll ...

untung vitra nyari disekdos jadwalnya bu Masliah, eh ternyata dy tu ngajar anak SI, Laaah binguung w ....
malah dy ngajar di depok cuma hari rabu ajj lagii .. pusiing daahh ...
ywdh w cari ajj di staffsite, eh ternyata dy tu panitia UM , ywdh w hari senin langsung nyari dy ke gedung 5 campuz D, Ga ad jugaa , haduuu nasib-nasib .....
pusiiing w , orang-orang udah pada nyusun judul, bikin BAB1 nah w DP ajj gq jelass ..

ywdh hari rabu w cari bu masliah ke G, 1jam w nuggu dy ngajar, udaa sendirian, BT, demii DP w relaaa .....

pas bu keluar, w shock bangedh, denger kalo bu tu cuti krn hamil, tuhan ... nasib bgt c w ...
terus gimanaaaa ?????
bu masliah tolong kabari saya gmana kabar selanjutnya ..
bu niayah tolong bantu saya selesaikan ni semuaa ....

ALLAH bantu akuu ...

GOD HELP ME .......

Posted: Selasa, 09 Maret 2010 by Tri Suciyati in
0

Ya ALLAH ..
cobaan banyak banget iaah ..
PI DP belom ketemu ,
judul belum nemuin ,
asisten sibuk ,
tugas kuL numpuk ,
hadooohh ..
ya ALLAH berikan q kesehatan dan kemudahan moga ajj semua berjalan lancar sesuai dengan apa yang q harapkan .

ehmmm ...
pusiiinnnggg ...
tiap hari pulang malemm ,
mpe rumah jogrok depan komputer mpe malem ,
nyari2 judul pi yang bagus apah ....

asisten ternyata gq semudah yg w pikirkan ,
ribedh jugaa iaah ..
tapii seneeng juga c walaupun banyak waktu untuk asisten ya nikmatin ajj ,
w seneeng dah bisa nyari duit sendiri ,
walaupun gq seberapa , tapi w bisa ngerasain gimana rasanya nyari duit dari hasil kringet w sendiri ....

semangaaddhh ajj .....

w pastii bisaa ..

AUDIT PEMASARAN

Posted: by Tri Suciyati in
0

AUDIT PEMASARAN

Suatu alat utama untuk melakukan pengendalian strategik adalah Audit Pemasaran. Audit pemasaran adalah pemeriksaan lingkungan, sasaran, strategi dan aktivitas perusahaan secara lengkap, sistematik, independen dan periodik untuk menentukan bidang masalah dan peluang. Audit memberikan masukan yang baik untuk merencanakan tindakan perbaikan presentasi kerja pemasaran.
Audit pemasaran mencakup seluruh bidang sasaran utama dari suatu bisnis, bukan terbatas pada beberapa masalah yang muncul. Biasanya audit pemasaran dilakukan oleh pihak lain yang obyektif, berpengalaman dan independen terhadap departemen pemasaran. Pada tabel dibawah akan disajikan bentuk pertanyaan yang mungkin akan diajukan oleh auditor pemasaran. Hasil temuannya mungkin mengherankan dan kadang-kadang mengejutkan manajemen. Manajemen kemudian memutuskan tindakan-tindakan apa yang masuk akal dan bagaimana serta kapan melaksanakannya.

AUDIT LINGKUNGAN PEMASARAN
Lingkungan Makro

1.Demografi, kecenderungan utama apa yang menimbulkan ancaman dan peluang untuk perusahaan ini?
2.Ekonomi, perkembangan apa dalam pendapatan, harga tabungan dan kredit akan berdampak pada perusahaan?
3.Alami, bagaimana perkiraan biaya dan ketersediaan sumberdaya alam dan energi? Apakah perusahaan bertanggung jawab memelihara kelestarian lingkungan?
4.Teknologi, perubahan teknologi apa yang sedang berlangsung? Bagaimana posisi perusahaan dalam teknologi?
5.Politik, undang-undang apa yang sudah berlaku dan sedang dibahas akan mempengaruhi strategi pemasaran?
6.Budaya, bagaimana sikap publik terhadap bisnis dari perusahaan? Perubahan apa dalam gaya hidup konsumen yang mungkin mempunyai dampak?

Lingkungan Mikro
1.Pasar. Apa yang sedang terjadi pada ukuran pasar, pertumbuhan, distribusi geografi dan laba?
2.Pelanggan. Bagaimana pandangan pelanggan mengenai mutu produk, jasa dan harga?
3.Pesaing. Siapa pesaing utama? Apa strategi yang dipakainya, berapa pangsa pasarnya dan apa kekuatan serta kelemahannya?
4.Saluran distribusi. Saluran utama apa yang dipakai perusahaan untuk mendistribusikan produk lepada pelanggan? Bagaimana presentasi kerjanya?
5.Pemasok. Kecenderungan apa yang mempengaruhi pemasok? Bagaimana perkiraan ketersediaan sumber daya kunci untuk produksi?
6.Publik. Publik kunsi mana yang membawa masalah atau peluang? Bagaimana perusahaan menghadapi publik ini?

AUDIT PEMASARAN
1.Misi bisnis. Apakah misi diuraikan dengan jelas dan berorientasi pada pasar?
2.Obyektif pemasaran. Apakah perusahaan sudah menerapkan obyektif yang jelas sebagai pedoman perencanaan pemasaran dan mengukur presentasi? Apakah obyektif ini cocok dengan peluang perusahaan dan sumber dayanya?
3.Strategi pemasaran. Apakah perusahaan mempunyai strategi pemasaran yang mantap untuk mencapai obyektifnya?
4.Anggaran. Apakah perusahaan menganggarkan sumber daya yang cukup untuk segmen, produk, wilayah dan unsur-unsur eleven bauran pemasaran?
AUDIT ORGANISASI PEMASARAN
1.Struktur formal. Apakah kepala bagian pemasaran mempunyai wewenang yang memadai atas aktivitas yang mempengaruhi kepuasan pelanggan? Apakah kegiatan pemasaran secara optimal disusun sesuai dengan lini fungsi, produk, pasar dan teritori?
2.Efesiensi fungsi. Apakah pemasaran dan penjualan berkomunikasi secara efektif? Apakah staff pemasaran dilatih, disupervisi, dimotivasi dan dievaluasi dengan baik.
3.Efesiensi antar bagian. Apakah staff pemasaran bekerja sama dengan baik dengan bagian manufaktur, litbang, pembelian, sumber daya manusia dan bidang-bidang non pemasaran yang lain?

AUDIT SISTEM PEMASARAN
1.Sistem informasi pemasaran. Apakah sistem intelijen pemasaran menyediakan informasi akurat dan tepat waktu mengenai perkembangan pasar? Apakah pembuat keputusan perusahaan menggunakan reset pemasaran dengan efektif?
2.Sitem perencanaan pemasaran. Apakah perusahaan menyiapkan rencana tahunan, jangka panjang dan strategik? Apakah rencana tersebut digunakan?
3.Sistem pengendalian pemasaran. Apakah obyektif tahunan pemasaran tercapai? Apakah manajemen secara periodik menganalisis penjualan dan laba yang dihasilkan oleh produk, pasar, teritori, dan saluran distribusi?
4.Pengembangan produk baru. Apakah perusahaan terorganisasi dengan baik untuk mengumpulkan, menghasilkan, dan menyaring ide produk baru? Apakah perusahaan melaksanakan pengujian yang memadai menyangkut produk baru? Apakah perusahaan melaksanakan pengujian terhadap produk dan pasar? Apakah perusahaan berhasil dengan produk baru?

AUDIT PRODUKTIVITAS PEMASARAN
1.Analisis kemampuan menghasilkan laba. Seberapa besar laba yang mampu dihasilkan dari berbagai produk, pasar, teritori dan saluran distribusi yang berbeda?
2.Analisis efektivitas biaya. Apakah ada aktivitas pemasaran yang menyerap biaya berlebihan? Bagaimana mengurangi biaya tadi?

AUDIT FUNGSI PEMASARAN
1.Produk. Apakah perusahaan mengembangkan obyektif lini produk yang mantap? Apakah beberapa produk sebaiknya ditarik? Apakah ada produk baru yang perlu ditambahkan? Apakah ada produk yang akan memperoleh manfaat dari perusahaan mutu, gaya atau sifat?
2.Harga. Apa yang menjadi obyektif, strategi, kebijakan dan prosedur penetapan harga yang dianut perusahaan? Apakah promosi harga dipergunakan dengan tepat?
3.Distribusikan. Apa yang menjadi obyektif dan strategi distribusi? Apakah liputan dan pelayanan pasar memadai? Apakah saluran distribusi yang sudah ada sekarang sebaiknya diubah atau ditambah yang baru?
4.Iklan, promosi, penjualan dan publicitas. Apa yang menjadi obyektif promosi perusahaan? Bagaimana anggaran ditetapkan? Apakah anggaran mencukupi? Apakah pesan iklan dan media dikembangkan dan diterima dengan baik? Apakah perusahaan mempunyai program promosi penjualan dan hubungan masyarakat yang dikembangkan dengan baik.
5.Tenaga penjualan. Apa yang menjadi obyektif armada tenaga penjualan perusahaan? Apakah jumlah tenaga penjualan cukup besar? Apakah pengorganisasiannya sudah tepat? Apakah mereka dilatih, disupervisi dan dimotifasi dengan baik? Bagaimana tenaga penjualan ini kalau dibandingkan dengan armada milik pesaing?


Kesimpulan
Suatu alat utama untuk melakukan pengendalian strategik adalah Audit Pemasaran. Audit pemasaran adalah pemeriksaan lingkungan, sasaran, strategi dan aktivitas perusahaan secara lengkap, sistematik, independen dan periodik untuk menentukan bidang masalah dan peluang. Audit memberikan masukan yang baik untuk merencanakan tindakan perbaikan presentasi kerja pemasaran.

TRI SUCIYATI
21207114
3EB05
PEMERIKSAAN AKUNTANSI 2
RENNY NUR’AINY


(Disadur dari Kottler, 2000)

AUDIT MUTU

Posted: Kamis, 04 Maret 2010 by Tri Suciyati in
0

Tujuan Audit Mutu Internal :
Dalam prespektif ISO9001:2000, audit mutu internal bertujuan untuk “memastikan kegiatan system manajemen mutu” yang telah dijalankan sesuai dengan persyaratan standar secara efektif untuk mencapai maksud dan tujuan yang telah direncanakan atau yang telah dijadikan komitmen dan kebijakan, serta tertuang dalam sasaran mutu perusahaan. Hasil audit mutu internal diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan serta dalam rangka meningkatkan kinerja perusahaan secara umum.

Standar ISO 9001:2000 (pasal 8.2.2) mensyaratkan audit mutu internal sbb :
Perusahaan hasrus memastikan audit internal dilakukan secara berkala sesuai dengan interval waktu yang telah direncakan untuk memeriksa dan memastikan apakah system manajemen mutu telah ? :
1. Sesuai dengan pengaturan-2 yang telah direncanakan dan persyarataan standar internasional maupun terhadap persyaratan sistem manajemen mutu yang telah dibangun oleh perusahaan.
2. Dilakasanakan secara efektif dan terus dipelihara dan dipertahankan.
Program audit harus direncanakan dengan mempertimbangkan faktor-2 antara lain mengenai status dan tingkat kepentingan bagi yang akan diaudit, termasuk memperhatikan hasil audit yang terdahulu. Kriteria audit, lingkup, frekwensi dan metode-2 yang akan digunakan dipastikan ditentukan. Seleksi terhadap auditor dan pelaksanaan audit harus dipastikan dilakukan secara obyektif dan mengikuti ketentuan proses audit.
Audit harus dilakukan secara independen artinya auditor tidak memeriksa pekerjaan mereka sendiri. Tanggung jawab dan persyaratan untuk merencanakan dan melaksanakan audit, pembuatan laporan hasil audit dan pengelolaan catatan-catatan hasil audit harus tertuang dalam prosedur terdokumentasi.
Pimpinan yang bertanggung jawab terhadap unit yang diperiksa harus memastikan tindakan koreksi diambil sesegera mungkin untuk mengeliminasi ketidaksesuaian dan penyebab-2 yang telah dilakukan.
Tindak lanjut audit harus mencakup verifikasi terhadap tindakan-2 yang telah diambil dan melaporkan hasil verifikasi yang telah dilakukan.
Berdasarkan standar ISO 19011:2002 tujuan audit wajib ditetapkan sebagai acuan dalam mengarahkan, merencanakan dan melaksanakan audit.

Tujuan “Audit Internal” secara spesifik dapat berdasarkan antara lain :
• Prioritas permasalahan yang tengah dihadapi perusahaan.
• Rencana pengembangan usaha.
• Persyaratan suatu system manajemen yang digunakan sebagai acuan.
• Persyaratan regulasi ataupun persyaratan kontrak dengan (misalnya) pelanggan.
• Evalusai terhadap pemasok
• Adanya potensi resiko kegiatan perusahaan.

TRI SUCIYATI
21207114
3EB05
RENNY NUR’AINY
PEMERIKSAAN AKUNTANSI 2

AUDIT SUMBER DAYA MANUSIA (SDM)

Posted: Senin, 01 Maret 2010 by Tri Suciyati in
0

Penerapan Audit Sumber Daya Manusia Guna Meningkatkan Produktivitas Kerja Bagian Sumber Daya Manusia pada PTPN X Persero PG. Tjoekir di Ds. Cukir Kec. Diwek

Oleh: Berdiani Dwi Apritanti (9862085)
Economic
Dibuat: 2003-05-20 , dengan 2 file(s).


Penelitian ini dilakukan dengan cara survey pada PG. Tjoekir di Jombang dengan judul “Penerapan Audit Sumber Daya Manusia guna meningkatkan produktivitas kerja bagian Sumber Daya Manusia pada PTPN X Persero PG. Tjoekir di Ds. Cukir Kec. Diwek Kab. Jombang.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cara penerapan Audit terhadap Sumber Daya Manusia pada PG. Tjoekir di Cukir, untuk mengetahui pengaruh Audit Sumber Daya Manusia terhadap peningkatan produktivitas kerja bagian Sumber Daya Manusia, untuk memperbaiki citra profesionalisme kerja karyawan bagian produksi yang mulai menurun, untuk mengetahui perlakuan Audit Sumber Daya Manusia dalam laporan keuangan, Untuk mengetahui manfaat dan pengaruh Audit Sumber Daya Manusia bagi pengguna laporan keuangan dalam pengambilan keputusan.
Dalam penelitian ini peneliti mengambil hipotesis yaitu diduga faktor pengetahuan, ketrampilan, kemampuan, sikap dan perilaku mempengaruhi produktifitas kerja karyawan bagian produksi pada PG. Tjoekir, diduga faktor pengetahuan, sikap dan perilaku berpengaruh dominan terhadap peningkatan produktifitas kerja karyawan bagian produksi padaPGTjoekir.
Tolak ukur yang digunakan untuk menguji kebenaran hipotesis yaitu jika –Ftabel < Fhitung < Ftabel ,maka hipotesis pertama diterima,dan jika Fhitung > Ftabel atau Fhitung < --Ftabel maka hipotesis yang kedua ditolak.
Hasil perhitungan dengan menggunakan Audit Konvensional menunjukkan jumlah Rp. 9.564.093.404,00, sedangkan setelah menerapkan Audit Sumber Daya Manusia maka jumlah aktiva meningkat menjadi Rp. 9,582.202.204,00 begitu juga dengan pasiva. Peningkatan ini disebabkan adanya investasi dalam Sumber Daya Manusia sebesar Rp. 18.108.800,00 laporan laba rugi PG. Tjoekir Jombang menunjukkan jumlah Rp. 345.801.587,00 dengan Audit Konvensional sedangkan dengan menerapkan Audit Sumber Daya Manusia maka laba meningkat menjadi Rp. 363.910.387,00, hal ini disebabkan berkurangnya biaya administrasi dan umum sebesar Rp. 22.636.000,00 yang dikapitalisasikan selama % tahun. Sedangkan menguji penigkatan produktivitas kerja karyawan menggunakan analisis regresi linier berganda, uji F dan uji t diperoleh sebagai berikut :
Y = 0,07214 0,164 (X1) 0,0578 (X2) 0,0432 (X3) 0,123 (X4)
Uji F diperoleh hasil Fhitung = 85,583
Uji t diperoleh hasil thitung X1 sebesar 0,164, X2 =0,0578, X3 =0,0432, X4 =0,123. Dari hasil analisa regresi linier berganda uji F dan uji t maka dapat disimpulkan bahwa ketrampilan berpengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan bagian produksi pada PG. Tjoekir Jombang merupakan variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan dengan nilai 0,164 sedangkan pengaruh yang paling kecil yaitu pada sikap dan perilaku sebesar 0,0432
Berdasarkan kesimpulan diatas bahwa ketampilan berpengaruh positif terhadap produktivitas kerja karyawan bagian produksi pada PG. Tjoekir Jombang merupakan variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan. Jadi penerapan Audit Sumber Daya Manusia dapat diterapkan di PG. Tjoekir Jombang karena PG. Tjoekir Jombang memperkerjakan karyawan dalam jumlah besar.

Kesimpulan:
Penelitian ini dilakukan dengan cara survey pada PG. Tjoekir di Jombang dengan judul “Penerapan Audit Sumber Daya Manusia guna meningkatkan produktivitas kerja bagian Sumber Daya Manusia pada PTPN X Persero PG. Tjoekir di Ds. Cukir Kec. Diwek Kab. Jombang.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cara penerapan Audit terhadap Sumber Daya Manusia pada PG. Tjoekir di Cukir, untuk mengetahui pengaruh Audit Sumber Daya Manusia terhadap peningkatan produktivitas kerja bagian Sumber Daya Manusia, untuk memperbaiki citra profesionalisme kerja karyawan bagian produksi yang mulai menurun, untuk mengetahui perlakuan Audit Sumber Daya Manusia dalam laporan keuangan, Untuk mengetahui manfaat dan pengaruh Audit Sumber Daya Manusia bagi pengguna laporan keuangan dalam pengambilan keputusan.

TRI SUCIYATI
21207114
3EB05
Pemeriksaan Akuntansi 2
Renny Nur'ainy

Posted: by Tri Suciyati in
0

PERAN SERTA MASYARAKAT
DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN


Oleh
Lala M. Kolopaking
Ketua Departemen Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor

Catatan diskusi dalam Pelatihan Dosen-dosen Perguruan Tinggi Negeri Se Jawa-Bali dalam Bidang AUDIT LINGKUNGAN, Departemen Biologi FMIPA IPB, pada 11-20 September 2006 di Hotel Graha Dinar, Cisarua Bogor.


Bahasan mengenai peranserta masyarakat dalam pengelolaan lingkungan adalah subyek bahasan cukup luas. Oleh karena peranserta masyarakat (terjemahan dari people participation) sering dimaknai sebagai suatu tindak sosial untuk mengambil bagian atau memberi andil atau memberi sumbangan pada aktivitas atau peristiwa.

Tindakan itu dapat dilakukan oleh perorangan atau sejumlah orang atau banyak orang yang diorganisasikan atau tidak terorganisasikan. Hal tersebut apabila kemudian dikaitkan dengan pengelolaan lingkungan (secara perundang-undangan dibarengi kata hidup), maka akan bermakna tindakan perorangan atau sejumlah orang untuk ambil bagian atau andil dalam upaya melestarikan fungsi lingkungan hidup yang meliputi kebijaksanaan penataan, pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan, pemulihan, pengawasan, dan pengendalian lingkungan hidup.

Dengan demikian, tulisan ini membatasi ulasan tentang hubungan peranserta masyarakat dengan pengelolaan lingkungan dalam konteks audit lingkungan. Dalam arti, peranserta masyarakat dalam proses evaluasi yang dilakukan oleh penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan untuk menilai tingkat ketaatan terhadap persyaratan hukum yang berlaku dan/atau kebijaksanaan dan standar yang ditetapkan oleh penanggung jawab usaha dan/atau suatu kegiatan tertentu.

Pengembangan Peranserta Masyarakat Dalam Audit Lingkungan : Sebuah Catatan
Prinsip-prinsip dasar pengelolaan lingkungan sering dikenal dengan 5 R Plus. R yang pertama adalah replace � ganti bahan baku/ teknologi proses. Hal yang berkaitan dengan upaya untuk mencegah pencemaran atau kerusakan lingkungan akibat dari sumber kegiatan. Kedua, reduce � dengan cara mengendalikan pencemaran atau sumber perusakan lingkungan melalui cara menguurangi beban pencemaran dan/atau dengan melakukan penghematan sumber daya. R ketiga adalah recycle � daur ulang limbah. Prinsip ini untuk mengurangi pencemaran saat proses melalui pemanfaatan limbah. Keempat, adalah reuse � gunakan kembali limbah hasil produksi. R kelima adalah recovery � melakukan pemulihan akibat pencemaran dan kerusakan lingkungan. Untuk itu, ada hal lain, yaitu membuang limbah secara aman dan memenuhi peraturan.

Prinsip-prinsip pengelolaan lingkungan tersebut hakekatnya mensyaratkan perubahan perilaku manusia dalam kaitan dengan pemanfaatan sumberdaya alam. Secara teoritis empirik kemudian dikenal langkah-langkah untuk membuat prinsip-prinsip tersebut menjadi instrumen normatif dan prosedural, seperti pembentukan gerakan moral, pemberian insentif ekonomi, merumuskan kebijakan dan penegakan hukum, pengembangan teknologi sampai pengupayaan Good Governance. Dalam konteks mengusahakan perubahan perilaku ini peranserta masyarakat menjadi penting.



Kesimpulan:
Dalam kerangka Audit Lingkungan hal-hal tentang pengelolaan lingkungan yang diuraikan di atas tetap diacu. Namun, dalam hal ini aras pengelolaan lingkungan sebatas aras proyek, bukan ekosistem atau dalam satuan administrasi pemerintahan (kabupaten, propinsi, nasional) maupun global. Artinya, peranserta masyarakat di sini lebih berkenaan dengan kaitan tindakan perorangan atau sejumlah orang yang diorganisir atau tidak terorganisir berinteraksi dengan penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan dalam usahanya setelah kegiatan usaha atau suatu kegiatan berjalan pada tahap operasi dan penanggung jawabnya berusaha menilai tingkat ketaatan opearsinya itu terhadap persyaratan hukum yang berlaku dan/atau kebijaksanaan dan standar yang ditetapkan sebelumnya. Lihat Gambar Instrumen Pengelolaan Lingkungan dan Siklus Proyek.
up date : 23 September 2006.

TRI SUCIYATI
21207114
3EB05
Pemeriksaan Akuntansi 2
Renny Nur'ainy